Tutorial : Boneka Tangan dari Kardus Cereal Bekas

iphone4 feb 1467
iphone4 feb 1468
iphone4 feb 1469
iphone4 feb 1470
iphone4 feb 1471
iphone4 feb 1472
iphone4 feb 1475
iphone4 feb 1473
iphone4 feb 1474
iphone4 feb 1477
iphone4 feb 1476

Bahan-bahan yang dibutuhkan :
- Dua box bekas cereal
- Gunting, lem, solatip
- Kertas warna warni sebagai hiasan

Cara membuat:
1. Buka box cereal sehingga membentuk bidang datar
2. Cetak dua buah lingkaran besar (saya menggunakan mangkok untuk mencetak), dan satu setengah lingkaran
3. Gunting
4. Lipat masing-masing lingkaran menjadi dua. Sehingga kita akan memiliki dua setengah lingkaran
5. Tempel dua lingkaran besar menggunakan solatip, lalu lanjutkan dengan menempel bagian setengah lingkaran di sisi satunya.
6. Sehingga tangan bisa dimasukkan untuk membuka dan menutup mulut boneka tangan
7. Hias dengan menempelkan kertas warna-warni, mata, taring dan lidah.
8. Siap dimainkan!

Piknik Minggu Pagi

Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset

Piknik dekat rumah saja, hanya di halaman rektorat IPB Darmaga. Tapi kami tertawa, bermain bola, mengamati semut, menikmati matahari pagi di hari Minggu yang diselingi suara burung berkicau. Cukup bermodalkan tikar dan snack secukupnya.. We should do this more often, simple joy, pure happiness..

Mengintip Bawah Laut Bunaken

Setelah belajar diving Juli tahun lalu, saya belum pernah lagi nyemplung ke laut. Alat-alat yang sudah dibeli teronggok berdebu, sungguh sayang, pikir saya. Lalu suatu hari, Wila teman saya yang juga instruktur diving mengirimkan pesan melalui BBM, mengajak bergabung untuk diving ke Bunaken, Manado. Ah ini dia! Singkat kata, saya bersedia bergabung, dan bersama Wila saya latihan di kolam untuk mengingat kembali skill-skill bawah laut.

Saya bergabung bersama 18 orang rombongan dari Jakarta. Saya sendiri baru berkenalan dengan mereka saat di bandara, namun beberapa orang tampaknya sudah akrab karena pernah melakukan perjalanan bersama. Kali ini, saya berangkat sendirian, Pakne dan anak-anak ditinggal. Di antara peran sebagai ibu, perempuan pekerja, dan istri, perjalanan ini saya anggap sebagai me time. Saya berfikir, jiwa saya juga perlu disuntik ulang, agar energinya senantiasa penuh. Dan pengalaman membuktikan, travelling selalu bisa membawa saya menemukan diri saya kembali. Sepatu lari tidak ketinggalan saya bawa, supaya bisa menikmati keindahan pinggir pantai Manado di pagi hari.

IMG_1790
IMG_1791
IMG_1870

Hari pertama, kami nyemplung di Lekuan 2, Muka Kampung, dan Timur. Keindahan alam bawah laut Bunaken segera memukau saya. Model terumbu karang yang menyerupai tembok tebing membuat saya harus menengok ke kiri untuk bisa menikmati biota laut. Karang berwarna warni, ikan-ikan yang menari kesana kemari, juga beberapa ekor penyu yang terbang melintasi kami sungguh menakjubkan. Sebagai pemula, kami hanya diijinkan menyelam sedalam 15-20 meter. Sinar matahari yang menembus laut membuat pemandangan menjadi terang dan jelas. Saya menyelam dengan tenang, mengatur nafas dan mencoba mengidentifikasi ikan-ikan yang saya lihat.

IMG_1796
IMG_1805
Processed with VSCOcam with f2 preset
IMG_1981
IMG_2017
IMG_1826
IMG_1807

Ada clownfish yang selalu berenang di dekat anemone, ada ikan atlantic blue tang atau tokoh Dori di film Finding Nemo. Saya juga sempat melewati rombongan ikan golden butterfly fish yang berwarna kuning hitam juga melihat boxfish yang berenang dengan tenang. Alam bawah laut Bunaken sungguh jernih dan berwarna-warni. Indah sekali. Teman-teman yang menyelam hingga 30 meter malah sempat melihat eagle ray atau ikan pari dan beberapa lion fish. Wah pelajaran biologi saya tentang ikan-ikan di bawah laut harus diperbaharui!

Hari kedua kami menyelam ke Fakui, Mandolin dan Lekuan 3. Matahari bersinar cerah ketika kami berangkat dari dive center. Di atas kapal, kami tertawa, menikmati hembusan angin dan kecantikan gunung Manado Tua yang hari itu pucuknya tertutup awan. Hari ini kami berfoto bersama di bawah laut, lalu menyelam bersama sebagai rombongan. Saya sempat melihat dua giant clam berwarna agak pink yang diatasnya dikerubuti banyak ikan. Kali ini, di kedalaman 5 meter pun kami sudah bisa melihat indahnya terumbu karang yang , terus terang, membuat saya berkali-kali mengucap Subhanallah. Saya lalu berniat akan belajar fotografi bawah laut, pengalaman memanjakan mata seperti ini sayang sekali jika hanya tinggal di memori.

Kami lalu makan siang di pulau Bunaken, menikmati pisang goreng hangat bersambal ala Manado, dan menyeruput air kelapa muda. Tak disangkal, selain menawarkan pemandangan, Manado juga memanjakan lidah. Saya puas dan kenyang mencicipi panada, cucur, dan nasi kuning asli Manado. Di hari terakhir, kami menikmati kota Manado dengan puas belanja oleh-oleh, mencicipi bubur Manado yang aduhai lezat dan klapertaart yang sedap!

1978759_10152360032344198_447674545_n
IMG_1908
IMG_1909
IMG_1910
IMG_1926

Perjalanan kemarin terus terang membuat saya ketagihan. Sungguh menyenangkan bertemu teman-teman baru yang sangat terbuka, mudah akrab dan sama-sama mencintai alam. Berada di tengah laut hampir tanpa sinyal, membuat saya terpaksa mengistirahatkan handphone dan tanpa saya sadar membuat saya menikmati betul perjalanan. Tak ada kebutuhan mengecek instagram atau path, hanya menikmati hembusan angin, mengosongkan pikiran dari hal-hal tak perlu, dan menikmati present moment. Hal ini membuat saya sadar, betapa dalam keseharian, kebutuhan eksis di media social membuat saya lupa menikmati apa yang di depan mata. Ungkapan, bahwa teknologi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat sungguh menohok saya.

1509308_10201806882999983_1810410155_n
10170867_10201806915120786_1704315437_n
IMG_2062
10155400_10152138957118512_720910440_n
IMG_1929
IMG_1845
IMG_2003
IMG_1984
IMG_1948

Di tengah laut, saya banyak merenung. Memfokuskan kembali apa yang ingin saya capai dan lakukan salam hidup. Mengalokasikan energi saya pada tempatnya. Tak diragukan lagi, pengalaman ke Bunaken kemarin membuat saya ingin mengeksplorasi dunia bawah laut Indonesia lainnya. Untuk itu, budget baju dan sepatu secara signifikan akan didiskon! Hahaha.. Mari menjelajah laut!

Oh ya salah satu teman saya yang sangat berbakat,Wira, membuat video yang sangat indah dari perjalanan kami kemarin. Silahkan lihat disini

*Foto-foto gabungan dari Wila, Wira, Alodita, Anin, Pak Yosi, Nunu.

Pudding Roti Tanpa Telur

Image

Aleeza alergi telur, dan makannya pemilih sekali. Begitu nemu resep pudding roti, saya coba ganti telurnya dengan bubuk flaxseed. Ternyata tetap bisa membuat pudding mengembang dan rasanya juga lezat. Resepnya cukup mudah, saking mudahnya saya hanya menyiapkan bahan dan melakukan instruksi saja, semuanya dilakukan oleh Azma. Dia senang sekali, sehingga kami sampai membuatnya dua kali. 

Bread Pudding (resep asli dari allrecipes.com)

saya membuatnya setengah resep, disesuaikan dengan ukuran mangkok yang ada di rumah

Bahan-bahan

5 buah sari roti tanpa pinggiran

1 sendok makan mentega yang dilelehkan

2 telur (saya ganti dengan 2 sendok flaxseed dicampur 6 sendok air hangat diaduk hingga mengental)

1 cup susu cair

1/2 cup gula putih

1/2 sendok teh kayu manis bubuk

1/4 sendok teh vanilla bubuk

 

Cara memasak :

1. Potong-potong roti menjadi ukuran kecil dan masukkan ke dalam pinggan tahan panas

2. Siram roti dengan mentega cair dengan merata

3. Campur susu, gula putih, flaxseed, kayu manis bubuk, dan vanilla. Aduk hingga merata

4. Siram campuran susu ke dalam roti, tekan-tekan roti hingga seluruhnya terendam.

5. Masukkan ke oven dengan suhu 150 derajat celcius, panggang selama 45-60 menit.

 

 

 

 

DIY – Melted Crayons

crayon 1
crayon6
crayon2
crayon3
crayon4
crayon5

Di rumah kami, banyak krayon-krayon terlantar.Alias yang potongannya sudah kecil-kecil yang sangat jarang digunakan. Untuk membuatnya lebih menarik, saya mencoba mendaur ulang krayonnya dengan membuat krayon cetakan. Caranya gampang sekali, hanya butuh banyak krayon tak terpakai.

1. Kupas kertas penyelimut krayon, untuk yang masih agak panjang, bisa dipotong kecil-kecil
2. Masukkan potongan krayon ke dalam cetakan, saya menggunakan cetakan silikon dari ikea
3. Panggang di oven 15 menit
4. Diamkan, lalu jika sudah kaku dikeluarkan dari cetakan

Lesson learned:
1. Cetakan silikon ikea sebaiknya diletakkan di atas loyang sebelum masuk ke oven. Ini untuk menjaga permukaan krayon tetap lurus, dan cetakannya tidak meleleh
2. Cetakan yang saya punya bentuknya terlalu rumit, sehingga beberapa krayon patah. Mungkin akan optimal kalau bentuknya tidak terlalu banyak lekukan.
Selamat mencoba!