Musti Coba

Waktu bos saya ngajak miting di Magnum Cafe, saya langsung mauu! Saking niatnya, kami datang sebelum cafenya dibuka, supaya bisa dapat tempat. Dan bener aja, begitu nyampe harum coklat vanilla langsung menyapa hidung, menimbulkan halusinasi kelezatan di pikiran! Tempatnya bagus, dan digarap serius! Pelayanannya juga oke, saya cekikikan terus, karena disini para pelanggan perempuan dipanggil “Lady” sementara pelanggan laki-laki dipanggil “lord”. Jadi seru aja, setiap kami memesan si mas-masnya dengan ramah bilang ” Yes, my lady?”, sentuhan sederhana yang bikin cafe ini akan terus diingat.

Sajian eskrimnya gak usah ditanya, oke-oke bangget! Kalau lagi gak mood makan es, tersedia juga berbagai hidangan seru dan dijamin enak seperti spageti, burger, steak sampai cemilan.Saking semangatnya, saya baru nyadar gak ngambil foto-foto makanannya, habis tempatnya juga oke banget buat foto-foto! Ada kursi raja dan ratu, kereta kuda, sampai berbagai bentuk topeng pesta.. Ayo mampir!

 

interior dalam magnum cafe

dekorasi

singgasana magnum

ehm..nyaman juga yaa meeting disini :)

my boss!

trio macan

Up!

Saya baru jatuh cinta!

jatuh cinta sama hak tinggi.. heheh. Ternyata pakai hak tinggi bisa memberikan efek langsing seketika. Pakai hak tinggi juga bikin saya tambah pede. Dan yang paling pool adalah pakai hak tinggi membuat saya merasa cantik :)

Hak tinggi yang bisa saya pakai harus memenuhi kriteria utama : Bisa dipakai untuk mengejar kereta dan nyaman dipakai seharian. Maka pilihan saya jatuh pada model wedges! itupun yang maksimal 9 cm saja hihi. Kalau pakai hak tinggi yang model runcing sampai tinggi 12 cm saya masih gak berani haha.

Untuk urusan sepatu, saya ini konvensional. Milih yang bisa dipakai dengan berbagai baju dan sesuai dengan bentuk kaki saya yang agak melebar hehe. Masih belum punya nyali untuk beli yangwarna terang atau motif binatang.Daaan sekarang sudah ada merek sepatu favorit yang sesuai dengan keinginan saya.

Inilah dia,

 

UP! modelnya simple, lucu, dan bisa dipakai sehari-hari. Dan yang paling menyenangkan, setiap beli sepatu kita mendonasikan Rp 5000 untuk kegiatan sosial yang akan digagas sang pemilik toko. Lihat deh koleksinya

Anya

stella

kate

Lucu-lucu kaaan?

Permisii..permisii.. saya mau belanja duluu.. ada yang mau ikut? :)

Kalau Kereta Marah

Kalau mahkluk bergerbong ini ngambek dia bisa suka-suka melambatkan kecepatan. Berlelet lelet direl kereta, layaknya plesiran menikmati pemandangan. Kalau sedang marah,dia iseng mematikan pendingin, membuat banyak orang kipas-kipas dan darah tinggi karena kepanasan. Dan kalau sudah tiba saatnya ngamuk, dia bisa berhenti total, mengacaukan sinyal, meninggalkan dua gerbong di tempat parkiran. Membuat ribuan orang kantoran  dari Depok, Bojong, Bogor dipaksa berjejal masuk dalam kereta 5 gerbong, ditambah bonus AC mati dan bau ketiak di depan hidung. Amboii, adonan sempurna untuk darah tinggi.

Lalu pada siapa kereta sakit hati? Ah mungkin pada bapak-bapak berseragam itu, yang menyiksanya terus-terusan. Lupa memandikan dan memberi makan. Tidak peduli roda yang karatan, lampu yang mati, kipas yang bobrok, juga kaca-kaca yang buram. Bapak-bapak itu lupa, kereta juga ingin cantik, seperti pertama kali datang . Meski bekas, sungguh terawat. Kini,lantai-lantai becek ketika hujan, hanya dibersihkan sekenanya. Korden yang kusut dibiarkan saja.

Atau mungkin pada para pengguna, yang lebih sering tidur saat kereta melaju, meninggalkan sampah koran di lantai bawah karena turun buru-buru Bahkan kereta ekonomi bernasib lebih sial, kepalanya sering diduduki pria-pria pemberani, yang memanjat kereta layaknya ninja. Tak peduli pada keamanan, seolah punya seribu nyawa. Banyak di antara mereka yang menyelinap saja, tanpa berbekal tiket di tangan, memaksa kereta berjalan miring melebihi kapasitasnya. Seperti membawa jutaan lebah yang menempel pada madu. Saat tidak beruntung, lemparan batu dari penduduk sekitar kerap kali mampir,badannya jadi lecet tidak karuan.

Maka saat penumpang misuh-misuh mengeluarkan umpat kejam. Kereta tersenyum geli saja, karena dia tau manusia-manusia itu tidak berdaya. Mau naik apa lagi? Mengendarai roda empat tak kalah pusingnya, menantang bosan di tengah kemacetan, belum lagi kalau hujan. Wah jalanan jadi neraka! Dan ketika para komuter setianya ngamuk mencaci maki, kereta juga hanya tertawa. Karena dia tau, orang-orang ini akan setia. Amukannya hanya berhenti sampai malam ini, esok hari  para pekerja yang sama akan kembali ,duduk di gerbong, membaca koran, lalu tidur pulas menganga.

Meski kereta kadang tak tega, pada ibu-ibu hamil yang juga mencari nafkah dan kadang kesulitan mencari tempat duduk, pada mereka yang tidak boleh telat masuk kantor atau uang makan dipotong, pada mereka yang berlari cepat mengejar kereta terdekat untuk pulang mencium putri kecil mereka sebelum tidur. Untuk orang-orang ini, kereta memberi bonus, di hari-hari saat moodnya baik, dia datang tepat waktu, melaju kencang, dan memberikan hawa sejuk dingin sampai tujuan.

Sang kereta tahu, dia pun tidak punya tempat mengadu. Siapa peduli padanya. Tak seorang pun tahu. Padahal dia adalah solusi nyata bagi siapapun yang muak dengan macetnya ibukota. Bagi sang kereta, hiburan sehari-hari adalah mendengar penumpangnya berkisah dan tertawa, melihat ekspresi mereka saat jumpa kawan lama, juga menikmati wajah bungah mereka saat mereka jatuh cinta, meski kadang ada perselingkuhan disana.

Rasanya lebih baik berdamai saja, karena penumpang dan kereta saling membenci dan merindu, layaknya dua makhluk bersaudara.