#momwisdom : Alia an Nadhiva

agni mama 1

Alia is my very best friend who really closes to my heart. She knows the very deep side of me, my secret and my wildest personality. We witness each other transformation in life, including the motherhood stage. And I choose her to be my first mom to be interviewed, because I know she always true to herself. And also because she is so special and I believe her thought on motherhood also special too.

Alia is a freelance writing, i’m her biggest fan! she lives in South Jakarta with her husband Mono, and her lovely daughter Agni (18 mo)

How has becoming a mother changed you?
At first I thought a lot. Tapi setelah dipikir2, sepertinya yang banyak berubah cuma rutinitas dan kebiasaan gue aja. Seperti para ibu pada umumnya, I put my baby’s needs above everything else, including my own needs. Perubahan di diri gue mungkin ketika berhasil ‘berdamai’ dengan kondisi bahwa faktanya, sekarang hidup gue bukan tentang gue lagi. Before I had my baby, I was a very content person. I was very good at managing myself, my needs, my comfort, my happiness. After Agni came, everything changed drastically. Walaupun sebelum melahirkan gue udah banyak baca tentang motherhood, and I kinda knew what to expect, I was still overwhelmed by the experience. Tapi lalu dijalani aja, one by one, focus on the present moment, dan lama2 yg awalnya terasa berat jadi biasa.

Some people say a woman loses her identity once she becomes a full-time mom, because all she does and thinks is taking care of her child, her husband, the house, and then — when there is still time left — herself. I can’t say I disagree with this. It’s impossible to think about yourself when there are a lot of things to be done. But hey, life is not always about having the comfort that we desire. So, I just see the situation as a path that I have to go through in order to raise my kid and build my family in the best possible ways.

What is your parenting philosophy?
Always remember that every decision that we make for our child, is solemnly in the best interest of the child and not for any other reason. Untuk hal sederhana maupun yang besar. Misalnya gini, anak gue kan sekarang lagi dalam fase eksplorasi, jadi dia suka bongkar-bongkar (lemari baju, alat masak, buku, dll). Naturally, I don’t want her to make a mess because I don’t like it when everything is disorganized. Tapi gue sadar juga bahwa fase ini penting buat tumbuh kembangnya jadi akhirnya gue biarin dia bongkar2 apa pun selama itu gak bahaya, walaupun dalam sehari gue harus bolak-balik ngerapiin semuanya.

What values do you want your kids to have until she grows up? And, how do you foster those values?
I hope my daughter will grow up to be a brave person and believes that nothing is impossible in this world. That the sky is the limit. That there is always options and that we are in control in making our own destiny. Kalo sekarang sih belum ngajarin apa-apa ke agni, karena dia kan masih kecil. Di bayangan gue, nanti gue akan memfasilitasi anak gue dengan banyak pilihan dan membiarkan dia milih mana yg dia suka.
Are you a spontaneous or structured mom? How does this affect your daughter’s personality?
Definitely structured, hehe. In term of raising a baby, I think structure is important because I am trying to form her habit. Therefore, for me it is fundamental for my daughter to be doing the same routine every day at the same time. Semoga setelah itu kebentuk, mungkin pas dia masuk fase balita, gue bisa jadi lebih spontan dan lebih menyenangkan hehehe.. Efeknya ke anak gue… Ya harapan gue dia punya default format yang ke depannya bisa mempermudah hidup dia.

What is the biggest challenge of being a mom? Any tips for new mom?
After becoming a stay-at-home mom for almost 2 years, I think being a mom is all about management. Before having a daughter, I am a very well managed person. I could manage myself fine and mostly comfortable with my arrangements. After my baby was born, everything was so overwhelming. I started from scratch in terms of managing the baby, the house, my husband, and myself. There are many theories on how to make them work, and I’ve read many of them, but still it was more complicated in practice. Kind of frustrating at first because I like order. But I guess that’s the challenge. As the person in charge of everything at the house, a mom should be able to prioritize, to share enough time and energy for any dealings, to manage everything.

For new moms, the challenge is probably adapting to the new life in which her needs are usually at the bottom list of priority. Sounds sad? Haha… Tapi enggak kok, lama-lama akan terbiasa

What is your biggest fear of raising a child?
My biggest fear is if I won’t be able to provide her with many options so that she could have as many chances in exploring things. Every parent wants what’s best for their kids and I hope I will never get tired or give up in trying to deliver her the opportunities.

What is your survival mantra?
The little things matter. Being a full-time mom means doing mundane tasks every day, especially those concerning to the child’s needs. It’s challenging having to do the same routine every single day for years to come. One might get bored and fed-up. But I believe those ‘unimportant’ activities are just as important as the big decisions parents make so I never lose heart on them.

Agni-Ayah4

How do you squeeze your time for me time?
Right now, me-time for me is sitting down in quiet, having a cup of coffe while the baby is asleep, probably for about half an hour because there are always chores or jobs to do. Occasionally I go out and leave the baby with my husband, but usually I still think about her, I still make plans for her (what’s for her dinner, has she been fed yet, has her diaper changed, etc).

What is the most unforgettable memory so far?
Giving birth, hehe… That is probably the single time I’ve ever felt so much in pain, so strong, and extremely happy

What will be your advice to your child when someday she failed doing something?
That it’s ok to fail. When you fail, it just means that you are given another opportunity to re-do something in different way(s).

Tell me something unique about your daughter?

She is currently 18 month and what’s fascinating about her is that she’s so different from her father and I. She’s a very active little girl, cheerful, chatty, funny, super friendly with other people, and so so adorable. Sementara gue sama suami kan pendiam..

How do you deal with difficult time like tantrum?
Up until now, I don’t think my daughter ever throw a tantrum. It’s another thing that fascinates me. Kadang dia ‘bertingkah’ sih, tapi levelnya masih sangat wajar. Biasanya gue ajak omong, tanya kenapa dia begitu, maunya apa, terus dikasih tahu kalau punya keinginan bilang aja nggak usah pake rewel/maksa. Kalo dia masih rewel juga, gue alihkan ke kegiatan lain, dan biasanya berhasil sih, hehe..

Tell me one thing that you want your daughter to know about you.
Yang pasti I want her to know that I will love her no matter what choices she makes in the future. That she can always come to me for anything, that I accept her for what she is, that I will be her best best friend in the world, hehe..

Describe motherhood in 3 words.

Amazing, overwhelming, patience.

Any parenting paradigm that you want to break?
I have one kid who’s only 18 mo, so not much of experience there, hehe.. Gue banyak baca tentang ilmu parenting, yang konvensional maupun yang modern. Tapi kayaknya gue nggak menganut salah satu. ‘Prinsip’ parenting yg gue pegang cuma satu dan untungnya bisa berlaku di banyak situasi: CTFD alias calm the f**k down :D Apa pun situasi yg dihadapi, sebagai orang tua gue selalu berusaha untuk tetap tenang dan terkendali biar bisa berpikir jernih dan mengambil langkah atau keputusan yg tepat.

#momwisdom: a personal project

Energi saya untuk menulis sudah lama hilang. Laman blog ini saja sudah lama tidak disambangi. Alasannya banyak, mulai dari susah cari inspirasi, gak sudah sama header blognya, fotonya kurang bagus dan masih banyak lagi. Dan tahun ini saya belajar, untuk bisa melakukan sesuatu, tidak perlu menunggu hidup menjadi sempurna. Karena hidup bisa menawarkan berjuta kemungkinan.

Lalu saya merenung, bahan bakar saya untuk menulis selalu datang tidak jauh dari urusan menjadi ibu. Perjalanan menjadi ibu bagi saya selalu indah. Iya itu dipenuhi berbagai pengalaman, betul jika itu tidak selalu membahagiakan. Banyak momen dimana saya kadang ingin menarik rambut sendiri melihat tingkah laku anak-anak.

Tapi kalau diingat.. energi saya untuk menjadi ibu yang lebih baik tidak pernah padam. Keinginan saya mengeksplorasi hidup justru terasa lebih besar ketika sudah menjadi ibu. Keberanian saya mengambil resiko, juga lebih berani ketika predikat ibu sudah disandang. Bahkan, sumbu kesabaran saya seolah tanpa batas begitu anak pertama saya lahir dan dia menjadikan saya seorang ibu. Dalam hidup, rasanya baru sekarang saya menyayangi sesuatu melebihi diri saya sendiri. Dan perasaan-perasaan ini saya yakin tidak hanya dialami oleh saya seorang

Oleh karenanya, tercetus ide #momwisdom, sebuah serial wawancara dokumentasi tentang filosofi menjadi ibu dari berbagai mama dengan berbagai profesi. Saya berharap, mendokumentasikan ini membuat jiwa saya terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Tutorial : Boneka Tangan dari Kardus Cereal Bekas

iphone4 feb 1467
iphone4 feb 1468
iphone4 feb 1469
iphone4 feb 1470
iphone4 feb 1471
iphone4 feb 1472
iphone4 feb 1475
iphone4 feb 1473
iphone4 feb 1474
iphone4 feb 1477
iphone4 feb 1476

Bahan-bahan yang dibutuhkan :
– Dua box bekas cereal
– Gunting, lem, solatip
– Kertas warna warni sebagai hiasan

Cara membuat:
1. Buka box cereal sehingga membentuk bidang datar
2. Cetak dua buah lingkaran besar (saya menggunakan mangkok untuk mencetak), dan satu setengah lingkaran
3. Gunting
4. Lipat masing-masing lingkaran menjadi dua. Sehingga kita akan memiliki dua setengah lingkaran
5. Tempel dua lingkaran besar menggunakan solatip, lalu lanjutkan dengan menempel bagian setengah lingkaran di sisi satunya.
6. Sehingga tangan bisa dimasukkan untuk membuka dan menutup mulut boneka tangan
7. Hias dengan menempelkan kertas warna-warni, mata, taring dan lidah.
8. Siap dimainkan!

Piknik Minggu Pagi

Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset
Processed with VSCOcam with f2 preset

Piknik dekat rumah saja, hanya di halaman rektorat IPB Darmaga. Tapi kami tertawa, bermain bola, mengamati semut, menikmati matahari pagi di hari Minggu yang diselingi suara burung berkicau. Cukup bermodalkan tikar dan snack secukupnya.. We should do this more often, simple joy, pure happiness..

Mengintip Bawah Laut Bunaken

Setelah belajar diving Juli tahun lalu, saya belum pernah lagi nyemplung ke laut. Alat-alat yang sudah dibeli teronggok berdebu, sungguh sayang, pikir saya. Lalu suatu hari, Wila teman saya yang juga instruktur diving mengirimkan pesan melalui BBM, mengajak bergabung untuk diving ke Bunaken, Manado. Ah ini dia! Singkat kata, saya bersedia bergabung, dan bersama Wila saya latihan di kolam untuk mengingat kembali skill-skill bawah laut.

Saya bergabung bersama 18 orang rombongan dari Jakarta. Saya sendiri baru berkenalan dengan mereka saat di bandara, namun beberapa orang tampaknya sudah akrab karena pernah melakukan perjalanan bersama. Kali ini, saya berangkat sendirian, Pakne dan anak-anak ditinggal. Di antara peran sebagai ibu, perempuan pekerja, dan istri, perjalanan ini saya anggap sebagai me time. Saya berfikir, jiwa saya juga perlu disuntik ulang, agar energinya senantiasa penuh. Dan pengalaman membuktikan, travelling selalu bisa membawa saya menemukan diri saya kembali. Sepatu lari tidak ketinggalan saya bawa, supaya bisa menikmati keindahan pinggir pantai Manado di pagi hari.

IMG_1790
IMG_1791
IMG_1870

Hari pertama, kami nyemplung di Lekuan 2, Muka Kampung, dan Timur. Keindahan alam bawah laut Bunaken segera memukau saya. Model terumbu karang yang menyerupai tembok tebing membuat saya harus menengok ke kiri untuk bisa menikmati biota laut. Karang berwarna warni, ikan-ikan yang menari kesana kemari, juga beberapa ekor penyu yang terbang melintasi kami sungguh menakjubkan. Sebagai pemula, kami hanya diijinkan menyelam sedalam 15-20 meter. Sinar matahari yang menembus laut membuat pemandangan menjadi terang dan jelas. Saya menyelam dengan tenang, mengatur nafas dan mencoba mengidentifikasi ikan-ikan yang saya lihat.

IMG_1796
IMG_1805
Processed with VSCOcam with f2 preset
IMG_1981
IMG_2017
IMG_1826
IMG_1807

Ada clownfish yang selalu berenang di dekat anemone, ada ikan atlantic blue tang atau tokoh Dori di film Finding Nemo. Saya juga sempat melewati rombongan ikan golden butterfly fish yang berwarna kuning hitam juga melihat boxfish yang berenang dengan tenang. Alam bawah laut Bunaken sungguh jernih dan berwarna-warni. Indah sekali. Teman-teman yang menyelam hingga 30 meter malah sempat melihat eagle ray atau ikan pari dan beberapa lion fish. Wah pelajaran biologi saya tentang ikan-ikan di bawah laut harus diperbaharui!

Hari kedua kami menyelam ke Fakui, Mandolin dan Lekuan 3. Matahari bersinar cerah ketika kami berangkat dari dive center. Di atas kapal, kami tertawa, menikmati hembusan angin dan kecantikan gunung Manado Tua yang hari itu pucuknya tertutup awan. Hari ini kami berfoto bersama di bawah laut, lalu menyelam bersama sebagai rombongan. Saya sempat melihat dua giant clam berwarna agak pink yang diatasnya dikerubuti banyak ikan. Kali ini, di kedalaman 5 meter pun kami sudah bisa melihat indahnya terumbu karang yang , terus terang, membuat saya berkali-kali mengucap Subhanallah. Saya lalu berniat akan belajar fotografi bawah laut, pengalaman memanjakan mata seperti ini sayang sekali jika hanya tinggal di memori.

Kami lalu makan siang di pulau Bunaken, menikmati pisang goreng hangat bersambal ala Manado, dan menyeruput air kelapa muda. Tak disangkal, selain menawarkan pemandangan, Manado juga memanjakan lidah. Saya puas dan kenyang mencicipi panada, cucur, dan nasi kuning asli Manado. Di hari terakhir, kami menikmati kota Manado dengan puas belanja oleh-oleh, mencicipi bubur Manado yang aduhai lezat dan klapertaart yang sedap!

1978759_10152360032344198_447674545_n
IMG_1908
IMG_1909
IMG_1910
IMG_1926

Perjalanan kemarin terus terang membuat saya ketagihan. Sungguh menyenangkan bertemu teman-teman baru yang sangat terbuka, mudah akrab dan sama-sama mencintai alam. Berada di tengah laut hampir tanpa sinyal, membuat saya terpaksa mengistirahatkan handphone dan tanpa saya sadar membuat saya menikmati betul perjalanan. Tak ada kebutuhan mengecek instagram atau path, hanya menikmati hembusan angin, mengosongkan pikiran dari hal-hal tak perlu, dan menikmati present moment. Hal ini membuat saya sadar, betapa dalam keseharian, kebutuhan eksis di media social membuat saya lupa menikmati apa yang di depan mata. Ungkapan, bahwa teknologi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat sungguh menohok saya.

1509308_10201806882999983_1810410155_n
10170867_10201806915120786_1704315437_n
IMG_2062
10155400_10152138957118512_720910440_n
IMG_1929
IMG_1845
IMG_2003
IMG_1984
IMG_1948

Di tengah laut, saya banyak merenung. Memfokuskan kembali apa yang ingin saya capai dan lakukan salam hidup. Mengalokasikan energi saya pada tempatnya. Tak diragukan lagi, pengalaman ke Bunaken kemarin membuat saya ingin mengeksplorasi dunia bawah laut Indonesia lainnya. Untuk itu, budget baju dan sepatu secara signifikan akan didiskon! Hahaha.. Mari menjelajah laut!

Oh ya salah satu teman saya yang sangat berbakat,Wira, membuat video yang sangat indah dari perjalanan kami kemarin. Silahkan lihat disini

*Foto-foto gabungan dari Wila, Wira, Alodita, Anin, Pak Yosi, Nunu.

5/52

azma 552
aleeza 552

” A portrait of my child, once a week, every week in 2014″

azma : jika sudah menggambar, sangat serius
aleeza : menyenangkan sekali melihatnya bermain dan berimajinasi

4/52

azma 452
Processed with VSCOcam with m5 preset

” A portrait of my child, once a week, every week in 2014″

azma : semakin susah difoto akhir-akhir ini, jadi dia bersembunyi di balik bola
aleeza : diantara manekin