check check

Telpon Ari, tukang koran stasiun:

“Halo Mas Ari, gimana kereta Bogor sore ini?”

“Lancar mbak semua ontime,”

Langkah lanjutan: Ngabring naik ojek menuju stasiun

atau kejadiannya bisa seperti ini..

” Sore Mas Ari, gimana kereta Bogor?”

” Wah telat mbak, keretanya masih di Serpong”

Langkah lanjutan: Nelpon Supir Bis Bogor Raya

“Halo pak, udah sampai mana niiy”

“Udah sampai Sampoerna Strategic Square mbak”

“Macet ya”

“Iya nih”

“Penuh gak”

“Nggak kok”

Keputusan : Naik bisa Bogor Raya, meskipun seringkali end up gak dapat tempat duduk, dan nangkring di tangga di depan pintu. Sambil ngantuk-ngantuk gak jelas.

Saya paling sebel kalau kerjaan selesai di jam-jam tanggung, seperti jam 5.30 sore gini. Mau naik kereta jam 5.20 udah kelewat, naik yang jam 5.40 gak keburu. Akhirnya pilihannya tinggal 2, naik kereta jam 19.25 atau naik bis jam 19.00.

Enaknya siiy naik kereta, tapi karena gardu listrik banyak yang gak beroperasi, kereta pun suka telat bahkan batal berangkat. Jadi amannya ya naik bis dari depan kantor menuju Bogor, meskipun lebih macet dan lama. Untuk menjaga berbagai kemungkinan saya menyimpan nomor telpon Ari si tukang koran di stasiun dan 2 nomor telpon supir sekaligus kondektur Bis Bogor Raya.

Kalaujam tanggung begini, kerasa bener rumahnya jauuuuh😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s