Menengok Aqil

Bulan lalu, saya berkunjung ke rumah Imel, sahabat saya semasa kuliah. Judulnya menengok jagoan kecilnya, Muhammad Aqil Mufid. Aqil ini tanggal lahirnya sama dengan saya, jadi pastinya saya akan selalu inget ulang tahunnya. Beratnya 3,4 kg tingginya 48cm, persis seperti Zee. Sekarang Imel dan Angga tinggal mengontrak rumah kecil di sudut Bidakara, Jakarta. Mengingatkan saya akan rumah petak kami dulu.

imel, aqil, saya, dan zee

Waktu berjalan begitu cepat. Padahal belum lama, kami masih main-main di kampus. Haha hihi kesana kemari. Ada Saya, Imel, Rima, dan Lulu. Sekarang Rima bekerja di Makasar, tampaknya sebentar lagi janur kuning akan berkibar.Lulu tinggal di Ambon, dan sudah dua anaknya. Berempat, kami dulu sering banget berpetualang di Bandung. Hobby tiap weekend adalah window shopping di Factory Outlet, maklum uang saku mepet. Selain itu,kami pernah bertekad menabung, dan jalan-jalan ke Yogyakarta berempat saja. Saya mulai jarang bareng ketika mereka memutuskan memilih jurusan humas, sementara saya memberanikan diri memilih jurusan jurnalistik.

Sekarang, kami hanya bertukar kabar lewat telpon,sms, dan facebook saja. Ketemu berempat rasanya terlalu sulit, bahkan ketika Imel menikah. Saya tidak sempat ketemu Rima dan Lulu. Jadi sekarang Imel adalah sahabat saya yang masih dalam jangkauan. Daridulu,  Imel selalu menjadi yang paling ceria, paling santai, dan kayaknya gak pernah pusing sama hal-hal gak penting. Sungguh berbeda dengan saya. Tapi mungkin karena itu, kami cocok. Kalau sama Imel, saya bisa gak mikirin apa-apa, terhanyut sama kepribadiannya yang ringan dan easy going.

Suami Imel, Angga, juga sahabat saya.Seorang fotografer handal, yang sekarang terpaksa meletakkan kamera, karena memilih bekerja di korporasi. Sampai saat ini, buat saya, Anggalah fotografer jagoan yang mampu menangkap momen dengan sempurna. Di tangannya, foto-foto dua dimensi tampak berbicara. Makanya, sampai saat ini saya gak pernah bosen memandang foto-foto kawinan saya yang terbekukan di kameranya. Kemahiran Angga juga diakui oleh teman-teman kantor, sehingga dia berkali-kali dipercaya untuk mengabadikan kegiatan perusahaan.

ketika aqil menangis

Jadi, melihatnya  sudah menjadi ibu membuat saya takjub , gak percaya, tapi juga senang. Apalagi melihatnya semangat menyusui Aqil, bikin saya bangga sama Imel. Karena saya tahu, gak semua ibu mau dan mampu menyusui. Tapi Imel sudah bertekad, meluluskan Aqil dari ASI ekslusif.

breastfeeding mom! yay!

Dulu obrolan kami seputar siapa yang bikin contekan apa, mimpi kami setelah lulus, sampai urusan pacar. Sekarang, berbincangan tak jauh-jauh dari area anak dan anak. Tips menyusi, pemulihan paska operasi, dan tentu saja topik terpenting bagi semua ibu setelah melahirkan : cara menguruskan badan!!

Sebagai seorang lelaki sejati, Aqil menangis kencang sekali, lalu bersemangat menyusui. Untungnya produksi ASI Imel mencukupi, sehingga tak lama setelah bertemu air susu ibu, suara tangis tergantikan dengan hisapan penuh semangat.

mirip siapa yaa?

Sementara itu, Zee juga gak kalah eksis, dengan ngoprek semua mainan Aqil. Salah satu yang dia suka adalah mainan lampu yang ada musiknya ini. Penasaran sekali dia, sampai sempat lampunya penyok, karena Zee betul-betul pengen megang lampu di dalamnya.

amaze sama lampunya

lihat lebih dekat

Teriring doa, semoga Aqil menjadi anak yang soleh, selalu sehat dan berguna bagi banyak orang. Selain itu semoga Angga dan Imel juga menikmati petualangan sebagai Ayah dan Ibu baru, yang saya jamin, tidak ada duanya.Ah selalu menyenangkan bertemu teman lama😀

5 thoughts on “Menengok Aqil

  1. andi aw. masry says:

    Assalamu alaikum wwb.
    Saat ini kami dari tim program pasca sarjana universitas hasanuddin sedang menyusun modul “pembelajaran gizi seimbang untuk anak sekolah dasar”. Modul ini sedianya akan dipresentasikan kepada para guru SD sebagai bekal pembelajaran tentang materi gizi seimbang di sekolah-sekolah dasar Sulawesi Selatan. Salah satu materinya adalah ASI.
    Untuk itu kami mohon izin penggunaan salah satu photo di atas (breastfeeding) sebagai bahan illustrasi. Gambar tersebut kami anggap paling sopan (dan tentu saja sangat Indonesia) dari seluruh gambar di jagad maya. Pencantuman kredit/sumber gambar, tentu saja akan disertakan pada halaman yg memuat gambar tersebut.
    Atas kesediaannya mendukung misi sosial ini, sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih.

    Salam sejahtera buat keluarga di rumah
    Andi AW. Masry

    • astriwahyuni says:

      waalaikum salam
      pak andi yang baik, berhubung foto tersebut adalah foto sahabat saya, dan saya sudah informasikan ke dia tentang niat pak andi. namun, sayangnya yang bersangkutan tidak bersedia bila fotonya dipublikasikan di tempat lain. Mohon maaf tidak bisa membantu yaa.. mungkin bisa coba difoto ulang, menggunakan orang yang sedang menyusui, namun meniru pose yang ada di foto ini, itu mungkin saran saya sebagai solusinya..

      semoga programnya sukses yaa

      salam hangat
      astru

  2. andi aw. masry says:

    Terima kasih atas jawaban dan keramahannya. Meski sayang sekali fotonya gak bisa di-share.😦 . (sedianya sudah mau saya kirim contoh desainnya hehe). Namun senyum tulus ibu pada bayi itu sudah cukup mencerahkan😀. Terima kasih juga atas sarannya.

    Salam takzim buat keluarga
    andi aw. masry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s