Lelah

Urat tubuh ini meregang

Memohon untuk diam

Menghentikan detik sekejap

Untuk menghirup tenang

 

Ah, berlari

Tidak pernah selelah ini

Melompat, melampaui batas diri

Hingga urat nadi rasanya mati

 

Malam hanya dinikmati lewat mimpi

Pagi pergi tanpa permisi

Waktu menghisap diri

 daya pun tak kuasa melawannya

 

Hanya di sudut itu saya bisa hidup kembali

Saat gadis kecil saya memberikan satu sunggingan

dan tak ada guratan seindah itu

Sebuah senyum yang menghidupkan

 

Pecahan tubuh saya ada disana

Berdegup bersama hari-harinya

Maka ketika bertemu, utuh rasanya

Dan Cinta ini, semakin sakti saja

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s