Empat Tahun

 

semoga
nanti kita masih sempat, membaca berbagai buku
diskusi ini itu,berdebat yang tidak perlu
tentang pemerintah, tentang manusia
tentang rasa yang dalam akan hidup

semoga
nanti tidak akan ada pertengkaran
yang berujung pada kemurkaan
setiap masalah yang datang bisa diselesaikan dengan tenang
setiap keluhan dapat diatasi dengan senyuman

semoga
kita tidak pernah lelah belajar
untuk menyelami jiwa masing-masing
bagaimana memahami sebab kekesalan
dan cara menciptakan rona kebahagiaan

semoga
setiap kesulitan tidak akan menyurutkan setiap mimpi
yang begitu tinggi dan butuh tangga pijakan yang kuat
setiap duri tidak akan menghapuskan hangat cinta
yang selalu memberikan keajaiban
setiap kerikil tidak membuat kaki kita sakit
karena kita saling bergandengan tulus

semoga
dalam sakitku engkau bisa menjadi tabib
memberikan kesembuhan melalui senyuman
menyuguhkan harapan melalui penghiburan
menggenggam tangan saat lelah menjelang

semoga
pada malam-malam gelap selalu ada bintang
yang bisa dipandang
ada bulan,yang bisa disawang
pada hari hujan
akan ada pelangi menjelang
menumbuhkan harapan harapan yang tak akan terputus

semoga
pada matamu akan terus ada binar rindu
masih akan tinggal jejak teduh
dan masih terlihat pancar kasih
yang hingga kini menghidupi aku

semoga
kita masih bisa duduk bersama
melihat rambut putih yang sama-sama muncul di kepala kita
menikmati tiap garis halus
yang menandakan perjalanan sejarah berdua
dan masih merasakan getaran yang sama
saat kita saling mengucap cinta 

(Jakarta, 22 Februari 2006)

Pakne,orang bilang, setiap kali sempat, cinta pun harus direjuvenasi. Sebagian mungkin memilih memperbaharui cinta dengan hadiah, lainnya mungkin dengan napak tilas perjalanan, ada juga yang memilih makan malam romantis ditemani lilin, atau nonton film cinta di dvd tv rumah. Karena kadang cinta juga butuh istirahat, dari hal-hal realistis yang kadang menyibukkan dia. Mulai dari urusan popok hingga cicilan, mulai dari diskusi politik hingga domestik.

Maka tahun ini, bune memilih menyegarkan cinta kita dengan sebuah puisi. Empat tahun sudah umurnya, sama seperti perjalanan kita. Dan semoga membacanya, cinta kita selalu akan menjadi baru, menjadi energi untuk terus berlari, mengejar jutaan mimpi yang sering kita lamunkan bersama.Juga semoga, sebuah puisi mampu menjadi obat rindu, dari hari-hari kita yang jauh.

Selamat empat tahun menikah pakne… Semoga perjalanan ini menjadikan kita lebih kuat menghadapi segala kejutan akan hidup. Dan tidak pernah lelah mengingatkan, bahwa ini adalah ibadah kita.

Sayang sekali sama paknenya

cup cup mwuah

si bune

 

4 thoughts on “Empat Tahun

  1. Grace says:

    haaaapy anniversaryyyy buneeeee! smoga kompak dan akur terusss! aaaaah, ini puisi cinta favorit gw sepanjang masa hahaha! btw itu foto yg gw jepret bukannn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s