Si Gaptek Bune

Waktu masih jaman SMU, handphone masih menjadi barang baru yang langka. Teman-teman saya yang punya, pastilah orang yang ekonominya berlebih atau ayah dan ibunya kebanjiran uang. Saya jug amasih ingat, trend handphone dimulai dengan handphone pisang legendaris Nokia, yang dengan sangat sangat cepat dipunyai semua orang. Lalu lambat laut bertransformasi, bentuknya semakin slim, tutsnya semakin empuk, dan warna-warnanya semakin meriah. Inovasi pun tidak berhenti disitu, layer HP yang awalnya hanya berwarna kuning lampu, lalu muncul generasi si layar biru, lalu rasanya dalam sekejap teknologi layar warna lalu merajai setiap merek handphone yang ada. Pada masa itu, saya sering tertawa geli, saat bapak saya minta diajari bagaimana caranya mengirim sms, atau melihat siapa yang tadi menelepon. Pertanyaan sederhana seperti, bagaimana cara menghapur memory yang kepenuhan lalu menyimpan nomor telpon membuat saya merasa, “ Bapak ketinggalan jaman nih, beginian aja gak tau”. Lalu saya berjanji, jika nanti jadi orang tua, akan terus terupdate dengan teknologi, supaya anak saya nyambung saat ngajak saya ngomong.

Tapi itu dulu.. sekarang, dengan mengaku menjadi generasi muda masa kini, nyatanya saya kewalahan dengan perkembangan teknologi. Saya sempat memilih menjadi konvensional, dengan tidak memiliki facebook saat teman-teman saya sudah ribut, nge tag foto ini, nge tag foto itu. Namun, akhirnya merasa betul-betul ketinggalan, saat beberapa teman menikah dan mengirimkan undangan lewat facebook, lalu saya tak diundang. Sial! Semua jadi serba digital. Akhirnya, dengan malas, saya pun membuka account facebook. Sampai sekarang, saya gak pernah memanfaatkan fitur-fitur jejaring sosial ini dengan maksimal, saya Cuma sekedarnya saja posting foto, gak pernah update comment, gak pernah nulis notes.

Facebook saya gunakan untuk melihat teman lama, atau mengetahui kalau ada undangan-undangan yang kawinan. Lalu tak cukup disitu, datanglah si blackberry! Butuh waktu lama sampai akhirnya saya memutuskan untuk memakainya. Rupanya, memilih untuk tidak mengikuti teknologi di saat semua orang menggunakannya, sangatlah menantang.

Sampai akhirnya minggu lalu, bos saya mengamanatkan agar kita semua punya twitter! Makhluk apa pula itu? Saya lalu teringat janji saya untuk terus update dengan teknologi. Belum genap Zee umur 2 tahun, rasanya saya sudah ketinggalan jauh sekali. Gaptek! Memang saya gaptek, dan saya sekarang sedang dipaksa belajar, mengikuti perkembangan ini itu, meskipun kadang membuat saya dongkol, karena banyak orang memilih berakrab ria dengan blackberrynya, dan mengabaikan manusia hidup yang nyata-nyata ada di hadapannya. Kadang saya merindukan, kiriman kartu lebaran atau lembaran surat yang berisi ungkapan perasaan.

Tapi ya itu, saya sudah kadung janji, tidak mau jadi orang tua yang tak mengerti teknologi. Maka saya sudah niatkan untuk belajar.. Teknologi, saya datang!

4 thoughts on “Si Gaptek Bune

  1. adynura says:

    hahahhaha….

    emang susah ngebendung banjir teknologi saat ini,

    rasanya dah jadi bagian dari lifestyle yg konteksnya dah “its a must”…

    moga aja anak2 bangsa indonesia bisa dengan seimbang menggunakan teknolog dan jangan kesampean deh yg namanya gara-gara blackberry orang yang ada dihadapan kita yg nyata-nyata hidup malah dicuekin,

    visit my blog yak

    adynura.blogspot.com

  2. dsy says:

    Salam kenal.. hehe sy jd ingat, satu2nya kartu ucapan ulang tahun yg selalu datang setiap tahun adalah dr perusahaan asuransi di mana sy bergabung.. :p
    memang udah jarang y kirim2 surat & kartu ucapan, konon ktnya ini salah satu bentuk dukungan thd gerakan go green; irit kertas!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s