Ketika Zee Sakit

Ah rasanya semua ibu akan setuju, tidak ada yang lebih membuat patah hati, daripada melihat si kecil tersayang sakit. Karena sakit akan mampu mengambil semua keceriaan yang setiap hari dia sajikan. Karena dengan sakit, binar di matanya bisa hilang. Karena sakit pula, energinya yang biasa tak terbendung, seolah terserap entah kemana. Dan tidak ada yang lebih membuat hati sedih, melihat si kecil terbaring dan menangis dengan segala keterbatasannya mengungkapkan perasaan.

hari pertama di RS.

Setidaknya itulah yang saya rasakan ketika Zee terpaksa menginap di rumah sakit karena gejala demam berdarah selama empat hari. Awalnya, minggu lalu badan Zee panas tinggi higga mencapai 40,3 celcius. Kondisi Zee yang hampir 2 tahun ini tidak pernah sakit, bahkan flu sekalipun, membuat saya panik, dan bergegas ke rumah sakit, setelah konsultasi ini itu dengan sahabat saya yang juga seorang dokter. Di rumah sakit, Zee diberi obat penurun panas lewat dubur, tak berapa lama panasnya turun. Lalu selama empat hari, gejala panas naik turun terus terjadi, sehingga pada hari ke empat, setelah satu botol obat penurun panas habis, saya kembali membawanya ke dokter.

senyum bersama mini mouse

Singkat kata, cek darah menunjukkan trombosit Zee turun, dan menunjukkan gejala demam berdarah,sehingga dokter merekomendasi untuk langsung opname saja. Disinilah dramanya dimulai, pemasangan infus di tangannya yang mungil jelas tidak mudah. Dia berontak sekuat tenaga, menangis, dan meminta tolong. “Udah bune..udah bunee.. “ saya menahan tangis tak tega. Dan peristiwa itu pula yang membuat Zee trauma melihat suster. Setiap ada suster muncul di kamar, Zee akan langsung menangis, meminta dipeluk atau digendong. Saya yang sedang hamil 8 bulan tidak mampu menggendongnya, untunglah ada ibu saya dan si mbak yang setia menemani.

zee bilang, bantalan di tangannya sebagai "henpon pus meong"

 Setiap 8 jam darah Zee diperiksa untuk memantau trombositnya. Dia juga harus minum vitamin dan diukur suhunya. Rentetan pemeriksaan yang membuat dia berteriak trauma.Sedih saya melihatnya. Puncaknya, ketika hari kedua menginap, bintik merah di badannya bermunculan, dia berteriak “gatal bune..gatal bune”, dan menangis sejadi-jadinya selama satu jam. Suster pun memberikan obat gatal, dan berhasil membuat Zee tidur nyenyak. Rupanya dari pengalaman beberapa teman, menjelang penyembuhan demam berdarah, tubuh akan merasakan rasa gatal yang amat sangat.

Saya membawa mainan kesukaannya, antara lain lego dan spidol untuk corat coret. Lumayan mengalihkan perhatiannya. Putri, teman saya, juga menyempatkan diri menengok dan membawakan boneka mini mouse, yang mampu menghadirkan sesungging senyum di wajah Zee. Tips Ibu Maya, bos saya, untuk menjadikan bantalan infusnya seolah-olah menjadi handphone- pun berhasil membuat dia lupa sakitnya diinfus. Pada hari ke empat, Zee sudah bisa tertawa riang, berani jalan-jalan, dan diperbolehkan pulang. Ah leganya bukan main.

hari terakhir di RS, sudah kembali ceria

Sekarang Zee sudah sehat, nafsu makannya juga sudah kembali. Orang Jawa percaya, setelah sakit biasanya sang anak akan bertambah pintar. Mungkin bisa jadi tidak berhubungan, tetapi setelah dari rumah sakit, Zee berbicara dengan semakin jelas, menyanyi ini itu dengan semakin lantang dan sangat cepat menirukan perkataan orang-orang di sekitarnya. Ada juga yang bilang, menjelang punya adik, anak sulung biasanya sakit, karena mencari perhatian.

Apapun alasannya, saya sekarang lega dan bersyukur, Zee sudah kembali aktif dan sehat. Meskipun badan saya remuk redam karena kurang tidur selama piket di rumah sakit. Semua terbalas, melihat dia senyum, dan sekarang dengan jelas memanggil saya “bunnne”.

Sehat terus ya ndukku cah ayu..

2 thoughts on “Ketika Zee Sakit

  1. unge says:

    yampun.. si cantik sakit..!!!

    sehat selalu yah zee..

    buat buknenya zee tetap semangadddddddddddd……🙂

  2. mimi says:

    sedih aku bacanya mba..kebayang zee nangis nahan sakit😥
    Jangan sakit lagi ya nduk..sehat terus,ceria selalu..tante sayang mba jii :-*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s