Rumah impian

 

Gubuk yang cukup untuk kami berempat. Tidak terlalu besar, namun juga tidak terlalu sempit. Cukup hangat untuk kumpul keluarga, mampu mengundang teman untuk mampir, dan bisa menjadi magnet untuk para sahabat berlama-lama. Desainnya tahan lama, unik, dan berbeda dari rumah kebanyakan.

Halaman besar yang luas. Cukup luas untuk saya dan para peri kecil berlama-lama tidur-tiduran sambil melihat bintang di angkasa, atau sekedar main kemah-kemahan saat libur sekolah. Cukup nyaman untuk mengajak kerabat dekat makan nasi liwet bersama, atau ngerujak jambu dan mangga, yang ditanam sendiri. Muat untuk saya tanamai berbagai tanaman dapur dan obat keluarga. Sehingga saat butuh cabe, daun jeruk, jahe, dan daun salam tinggal ambil saja. Ditanami rumput hijau, yang saat hujan datang, wangi rumput dan tanah basah menguap menghibur hati

Punya sudut membaca dengan jendela yang lebar-lebar dan sofa yang empuk punya. Membuat saya betah membaca  berbagai buku seru sambil minum susu coklat hangat. Atau menjadi sudut favorit  saat membacakan kisah Pak Beruang dan Pak Buaya untuk putri-putri cantik kami. Bisa menjadi tempat leyeh-leyeh sambil melihat air hujan membasuh jendela. Di sudutnya ada komputer tempat saya mengetik, menulis, dan bekerja  jika dan hanya jika musti membawa pekerjaan ke rumah.

Dapur yang bersih dengan jendela menghadap taman. Membuat saya bisa melihat anak-anak berlarian sambil memasak. Punya peralatan kue yang lengkap, sehingga pada hari-hari santai, kami bisa berlama-lama membuat kue ataupun cupcake bersama. Penuh dengan ruang simpan, sehingga dapur saya akan selalu rapih seperti yang ada di majalah-majalah.

Ada sudut kecil untuk musola. Dengan lantai kayu yang cantik. Teduh. Sehingga mengundang saya selalu untuk lebih sering berdoa dan memuja Allah.

Kamar tidur utama dengan pintu berjendela menghadap ke taman. Sehingga pada pagi hari, udara segar kota Bogor  dan sinar matahari  pagi membangunkan kami. Pintu jendela yang bisa dibuka, saat kami ingin duduk-duduk sambil cekikikan mengenang masa lalu. Oh ya, dilengkap walking closet tentunya, supaya baju-baju saya bisa disimpan dengan klasifikasi warna dengan rapih.Saya akan berinvestasi pada kasur yang empuk dan nyaman, karena tidur adalah salah satu ritual penting dalam hidup, agar kami selalu mimpi indah selalu dan nikmat luar biasa saat bercinta.

Ruang keluarga yang nyaman, dengan sofa, bantal, dan karpet untuk tidur-tiduran. Rumah saya hanya akan punya satu tivi saja. Biarlah rebutan saluran tivi diantara kami berempat menjadi hal yang selalu dikenang. Tivi flat screen  dilengkapi saluran kabel tentunya hahaha. Di dindingnya akan penuh bingkai foto saat kami berempat berkeliling Indonesia dan dunia. Juga berbagi peristiwa penting dalam hidup kami.  Tak ketinggalan berbagai karya seni Zee dan Deeza. Jadi akan ada foto kami mulai dari patung Merlion di Singapura sampai Patung Liberty di Newyork, akan ada foto pertama kali Deeza sekolah hingga Zee menikah, akan ada lukisan pertama Zee hingga koleksi fotografi Deeza. Dinding yang akan menjadi museum keluarga.

Tidak masalah satu atau dua lantai, yang penting di rumah ini kami akan mengukir kisah. Membangun dari setiap tetesan keringat upah bekerja yang kami sisihkan. Batu demi batu, semen demi semen. Sebuah rumah tempat kami melepas lelah saat penat tiba. Sebuah rumah tempat kami pulang dan bertemu orang-orang tersayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s