Kalau Kereta Marah

Kalau mahkluk bergerbong ini ngambek dia bisa suka-suka melambatkan kecepatan. Berlelet lelet direl kereta, layaknya plesiran menikmati pemandangan. Kalau sedang marah,dia iseng mematikan pendingin, membuat banyak orang kipas-kipas dan darah tinggi karena kepanasan. Dan kalau sudah tiba saatnya ngamuk, dia bisa berhenti total, mengacaukan sinyal, meninggalkan dua gerbong di tempat parkiran. Membuat ribuan orang kantoran  dari Depok, Bojong, Bogor dipaksa berjejal masuk dalam kereta 5 gerbong, ditambah bonus AC mati dan bau ketiak di depan hidung. Amboii, adonan sempurna untuk darah tinggi.

Lalu pada siapa kereta sakit hati? Ah mungkin pada bapak-bapak berseragam itu, yang menyiksanya terus-terusan. Lupa memandikan dan memberi makan. Tidak peduli roda yang karatan, lampu yang mati, kipas yang bobrok, juga kaca-kaca yang buram. Bapak-bapak itu lupa, kereta juga ingin cantik, seperti pertama kali datang . Meski bekas, sungguh terawat. Kini,lantai-lantai becek ketika hujan, hanya dibersihkan sekenanya. Korden yang kusut dibiarkan saja.

Atau mungkin pada para pengguna, yang lebih sering tidur saat kereta melaju, meninggalkan sampah koran di lantai bawah karena turun buru-buru Bahkan kereta ekonomi bernasib lebih sial, kepalanya sering diduduki pria-pria pemberani, yang memanjat kereta layaknya ninja. Tak peduli pada keamanan, seolah punya seribu nyawa. Banyak di antara mereka yang menyelinap saja, tanpa berbekal tiket di tangan, memaksa kereta berjalan miring melebihi kapasitasnya. Seperti membawa jutaan lebah yang menempel pada madu. Saat tidak beruntung, lemparan batu dari penduduk sekitar kerap kali mampir,badannya jadi lecet tidak karuan.

Maka saat penumpang misuh-misuh mengeluarkan umpat kejam. Kereta tersenyum geli saja, karena dia tau manusia-manusia itu tidak berdaya. Mau naik apa lagi? Mengendarai roda empat tak kalah pusingnya, menantang bosan di tengah kemacetan, belum lagi kalau hujan. Wah jalanan jadi neraka! Dan ketika para komuter setianya ngamuk mencaci maki, kereta juga hanya tertawa. Karena dia tau, orang-orang ini akan setia. Amukannya hanya berhenti sampai malam ini, esok hari  para pekerja yang sama akan kembali ,duduk di gerbong, membaca koran, lalu tidur pulas menganga.

Meski kereta kadang tak tega, pada ibu-ibu hamil yang juga mencari nafkah dan kadang kesulitan mencari tempat duduk, pada mereka yang tidak boleh telat masuk kantor atau uang makan dipotong, pada mereka yang berlari cepat mengejar kereta terdekat untuk pulang mencium putri kecil mereka sebelum tidur. Untuk orang-orang ini, kereta memberi bonus, di hari-hari saat moodnya baik, dia datang tepat waktu, melaju kencang, dan memberikan hawa sejuk dingin sampai tujuan.

Sang kereta tahu, dia pun tidak punya tempat mengadu. Siapa peduli padanya. Tak seorang pun tahu. Padahal dia adalah solusi nyata bagi siapapun yang muak dengan macetnya ibukota. Bagi sang kereta, hiburan sehari-hari adalah mendengar penumpangnya berkisah dan tertawa, melihat ekspresi mereka saat jumpa kawan lama, juga menikmati wajah bungah mereka saat mereka jatuh cinta, meski kadang ada perselingkuhan disana.

Rasanya lebih baik berdamai saja, karena penumpang dan kereta saling membenci dan merindu, layaknya dua makhluk bersaudara.

2 thoughts on “Kalau Kereta Marah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s