Deeza: 6 months recap

Alhamdulilah, Deeza sudah berusia 6 bulan. Sudah lulus ASI eksklusif (tos dulu deeza!). Terus terang, saya baru sekarang merasakan beratnya konsisten memberikan ASI eksklusif. Entah kenapa, produksi ASI saya tidak sespektakuler waktu menyusui Azma. Dulu saya bisa membawa pulang dari kantor 600-700 ml sehari, dan Azma minum selama saya tinggal ngantor 600ml. Jadi masih surplus untuk tabungan stok ASI, namun pas-pasan, sehingga setelah 6 bulan berhasil ASI eksklusif, Azma sudah minum formula saat usia 7 bulan ketika saya harus keluar kota dan menginap. Maka kali ini saya niatkan Deeza agar bisa eksklusif 1 tahun. Sedari awal, saya sudah menyetok susu, karena tau nanti pas kerja saya pasti kewalahan. Sehingga pas masuk kantor saya punya 60 botol ASI di freezer masing-masing berisi 120ml.

Namun sekarang produksi ASI saya hanya 450-500 ml sehari, alhasil kejar-kejaran dengan konsumsi harian deeza. Mengakalinya, saya memperbanyak frekuensi memompa ASI. Pagi sebelum berangkat, 2 kali di kantor, malam tiba di rumah. Sepanjang malam saya hanya menyusui menggunakan satu payudara, sehingga yang satu bisa saya pompa. Alhamdulilah stok saya perlahan meningkat dan kembali di angka 50 botol. Sekarang Deeza sudah makan, Alhamdulilah lahap sekali. Saya senang bukan main, karena dulu Zee sudah aksi tutup mulut saat sendokan pertama disodorkan. Tampaknya deeza menyukai sensasi sendok masuk ke mulutnya daripada menyedit lewat botol. Memang gadis kecil saya yang bungsu ini malas menyusui, beratnya pun terhitung kurang. Mungkin saja dia balas dendam yaa, mengejar ketinggalan hehehe

deeza maem bubur pisang

Alhamdulilah deeza senantiasa sehat, paling ingusan sedikit kalau udara dingin. Sudah bisa tengkurep dan balik sendiri, sudah bisa ngemut-ngemut kakinya, masih suka ngemut jarinya kuat-kuat, lalu yang saya perhatikan Deeza berkomunikasi dengan jelas. Dia memiliki suara tangis yang berbeda ketika sedih, ketika sakit, atau hanya sekedar ingin bermanjaan. Meskipun makannya lahap, kalau dia sudah merasa kenyang, dia akan tutup mulut sambil menggeleng. Dia sudah bisa minta digendong, minta diperhatikan.

Ada satu kesamaannya dengan Zee, mereka berdua punya senyum yang selalu membuat hati saya meleleh dan dilanda rindu bukan kepalang.

senyum manis deeza

One thought on “Deeza: 6 months recap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s