18 hari menuju 30 tahun: Heartbreaking moment

Saya rasa, yang namanya ibu bekerja, pasti mengalami berbagai dilema. Salah satunya, musti berangkat ngantor diiringi tangisan anak-anak. Moment-moment ini selalu bikin saya patah hati. Saya nulis ini, supaya Zee dan Deeza mengerti, setiap kali saya berangkat, melihat mereka menangis, membuat saya ingin berhenti bekerja seketika.

Beberapa moment yang bikin nangis sambil garuk-garuk tanah:

Pada suatu pagi saya siap-siap ke kantor.

Zee mulai bertanya ” Bune ke kantoy?”

Saya: Iya nak, bune ke kantor dulu yaa

Zee : (sambil nangis) jangaannn bune, jangan ke kantoyy, di yumah aja sama Mbak Zee! ayo ganti baju lagi (sambil nyodorindaster saya)

Saya: (meluk dia) bune ke kantor dulu, supaya punya uang, jadi Mbak Zee bisa beli sepeda

Zee : (sambil mikir) Mbak Zee ndak mau sepedah…

Saya : * Speechless

2 thoughts on “18 hari menuju 30 tahun: Heartbreaking moment

  1. Hanna Faridl says:

    Astri.. Baca tulisan ini bikin berkaca2 de.. Huhuu jadi ikutan terharu.. Punya anak itu emang luarrr biasa yaa.. Campur aduk semua perasaan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s