Hari Ketiga Mencicipi New York

Hari ketiga adalah hari terdingin yang kami rasakan, karena selain suhu yang sudah entah minus berapa derajat, hembusan angin yang kencang membuat saya menggigil kedinginan. Padahal matahari bersinar terang. Namun hangat sinarnya kalah oleh perpaduan angin dan udara yang menusuk tulang.

Hari ini kami jalan-jalan ke Brooklyn Bridge menggunakan subway. Awalnya kami berniat ke Brooklyn Bridge Park dan melihat Manhattan dari seberang sungai. Namun, angin yang tak bersahabat membuat kami akhirnya balik kanan, setelah melintasi satu pilar jembatan.

Brooklyn Bridge sendiri sebetulnya lucu juga untuk dinikmati, melalui jalan di tengah-tengah jembatan yang hanya bisa dilalui oleh manusia dan sepeda, struktur bangunan tua dan penyangga jembatan terlihat cantik. Saya juga sempat melihat sekumpulan gembok cinta, yang rupanya dipakai sebagai simbol mengukuhkan cinta. Dari jembatan, kami bisa melihat landscape bangunan pencakar langit New York yang megah.

20130226-150258.jpg

20130226-150352.jpg

20130226-150404.jpg

20130226-150412.jpg

20130226-150422.jpg

20130226-150431.jpg

20130226-150438.jpg

20130226-150455.jpg

20130226-150444.jpg

20130226-150505.jpg

Anak-anak sudah nangis karena kedinginan, akhirnya wajah Deeza saya tutupi dengan syal tebal dan Zee dengan selimut. Dalam perjalanan menuju arah pulang, mereka pun tertidur di stroller.

20130226-150647.jpg

20130226-150654.jpg

Perjalanan kami lanjutkan ke kantor United Nation. Kami juga istirahat sejenak untuk makan siang. Selama jalan-jalan di Amerika, kami selalu bekal rice cooker maupun kompor listrik. Saya juga menyempatkan masak makanan yang awet seperti rendang dan teri goreng. Untungnya di Amerika banyak kursi piknik yang membuat acara makan bekal jadi menyenangkan.

20130226-150916.jpg

20130226-150925.jpg

Kami lalu lanjut ke Central Park dan mampir sebentar di mawasan Lincoln Center. Aleeza lalu minta dibelikan waffle, alhasil beristirahatlah kami sambil duduk-duduk makan waffle hangat, sambil menahan dingin.

20130226-154115.jpg

20130226-154128.jpg

20130226-154138.jpg

Central Park tampil gundul hari itu. Meski demikian, kecantikannya tidak pudar. Sungguh kontras dengan sekeliling taman yang dinaungi oleh gedung-gedung tinggi. Saya membayangkan, kalau musim gugur dengan daun yang menguning, taman ini pasti cantik sekali. Zee dan Deeza langsung berlarian, sambil sesekali bermainan gundukan-gundukan salju yang tersisa. Mereka juga sempat mencoba bermain di taman anak-anak. Saya sempat melihat kereta kuda berkeliling taman. Namun karena sangat dingin, kami bergegas mencari ruangan untuk menghangatkan diri.

20130226-154439.jpg

20130226-154448.jpg

20130226-154458.jpg

20130226-154507.jpg

20130226-154517.jpg

20130226-154525.jpg

20130226-154536.jpg

20130226-154547.jpg

20130226-154630.jpg

20130226-154639.jpg

Kami menutup petualangan di New York dengan menghabiskan makam di Times Square, searah dengan pulang. Betul saja, semakin malam kawasan ini semakin hingar bingar.

20130226-154756.jpg

20130226-154805.jpg

20130226-154813.jpg

20130226-154821.jpg

20130226-154829.jpg

20130226-154837.jpg

20130226-154854.jpg

20130226-154845.jpg

Kami meninggalkan New York dengan perasaan senang dan ketagihan! Kota dengan energi yang tidak pernah padam ini membuat saya mencatatkan banyak daftar mimpi baru. Menonton show di Broadway, masuk ke Patung Liberty, pergi ke Washington Park dan banyak lagi. Kenangan mengenai New York bukan saja terletak pada berbagai tempat terkenal yang sudah kami kunjungi, melainkan hal-hal kecil seperti gelak tawa gadis mungil saya di Central Park karena berhasil menemukan ranting, atau kelakuan Pakne yang punya obsesi baca koran lokal di berbagai tempat yang kami kunjungi, juga pembelajaran- pembelajaran kecil seperti naik subway, naik taksi hingga menikmati malam. Merasakan udara New York dengan kulit saya sendiri, selalu terasa bagai mimpi.

Saya yakin, selamanya Azma tidak akan lupa, sementara Aleeza pasti minta diajak kesini lagi kalau nanti lihat foto-foto kami. New York, kami pasti akan kembali!

5 thoughts on “Hari Ketiga Mencicipi New York

  1. Grace Silaban says:

    Aiiiii, seneng banget baca 3 postingan ini. Inget dulu lo pernah cerita mimpi pingin ke NYC dan terwujud!!! Ah ikut bahagia lah pokonya, serius gw sampe berkaca-kaca tolol gini di meja kantor. Ga sabar nunggu cerita lengkapnya di Jakarta. Kapan kalian pulang?

  2. Wulan says:

    Mbak…aku nyasar ke blog ini dari blognya DR. Bagus banget foto2 lanskapnya…kamu jago ambil angle yg bagus. Terutama suka foto pas “pura2” mau nyetopin taksi..itu di fotoin atau pake tripod???

    Ahh..saya jadi ikut bermimpi bisa ke NYC suatu saat nanti!!!
    Thanks for the inspiration.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s